About Diamond Wisdom Indonesia

Diamond Wisdom Indonesia adalah Event Organizer yang menyelenggarakan workshop dari Diamond Cutter Institute berpusat di Sedhona, dan secara berkesinambungan berhubungan dengan para alumni workshop dan membentuk komunitas di beberapa kota seperti , Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Semarang, Jambi dan Bali.

Hubungan itu berupa bimbingan seperti study grup alumni, study grup umum, training untuk leader study grup, memfasilitasi acara sharing session , bakti sosial yang disebut Bibit Cinta Action Day.

Semua itu dilakukan agar pengetahuan mengenai kebijaksanaan yang sudah dipelajari dalam workshop bisa diaplikasikan dalam praktik kebajikan, di dalam kehidupan sehari hari.

Misi Kami

  • Menyebarkan prinsip Diamond Cutter kepada semua orang di Indonesia
  • Membantu praktisi Diamond Cutter dalam menciptakan, memelihara dan meningkatkan masa depan yang mereka inginkan.
  • Menginspirasi semua orang di Indonesia khususnya untuk memulai tindakan, ucapan dan pikiran yang baik dan sederhana, untuk menjadi teladan bagi sesama

Visi Kami

Membantu masyarakat Indonesia dengan prinsip kebijaksanaan kuno Diamond Cutter untuk mencapai 5 tujuan hidup, yaitu

  1. Kebebasan finansial
  2. Kualitas hubungan yang luar biasa
  3. Kesehatan prima
  4. Ketenangan pikiran
  5. Menjadi teladan hidup

Sejarah Diamond Wisdom Indonesia

Awal Mula

Diamond Wisdom Indonesia didirikan pada tahun 2014 oleh Kiki Nasution dan Patricia Rusli yang sebelumnya diperkenalkan oleh pasutri Sugeng Shi dan Xin Tian Ie, asal Indonesia dan bermukim di Singapura. Mereka telah merasakan bahwa mempelajari Kebijaksanaan Diamond Cutter dan mengaplikasikan dalam kehidupan telah merubah rumah tangga dan keuangan mereka menjadi jauh lebih baik. Hal ini tentunya juga akan sangat bermanfaat bila disosialisasikan di Indonesia negara asal mereka. Di Singapura sendiri prinsip Diamond Cutter sudah lebih dahulu dikenal. Saat ini Sugeng Shi dan Xin Tian Ie adalah guru yang mengajar dalam workshop yang diadakan di Indonesia dan negara negara Asia lainnya seperti Malaysia, Vietnam , China dll. Mereka telah mengikuti kelas trainer dari pusat Diamond Cutter Institute di Sedhona.

Posisi kami sekarang

  • 15 Study Group yang ada di berbagai kota
  • 6 Bibit Cinta Action Day yang dijalankan setiap bulan di berbagai kota
  • Yoga Bersama
  • Sharing Session
  • 5x Public Talk
  • 3x City Intensive
  • 11x Workshop DCI

Geshe Michael Roach

Pendiri Diamond Cutter Institute , Guru, Penulis Buku dan seorang Philantropis. Sejak muda Michael adalah orang yang suka belajar , aktif dalam kegiatan kepemudaan dan pandai. Michael mendapat beasiswa Silver Medal dari Istana Kepresidenan Amerika Serikat.

Tragedi dalam kehidupan Michael, telah merenggut orang orang terdekatnya dalam dalam waktu berdekatan. Mereka adalah ibunya yang divonis kanker stadium 4, ayahnya yang meninggal karena serangan jantung lalu adiknya yang meninggal karena bunuh diri. Kesedihan itu membawa Michael ke India untuk mencari jawaban atas apa yang menimpa dirinya.

Dari India Michael dianjurkan oleh seseorang untuk ke Tibet yang ternyata membuatnya bertahan selama 25 tahun untuk mendalamu kebijaksanaan kuno yang usianya lebih dari 2500 tahun. Tinggal di beberapa biara, hingga mendapatkan gelar Geshe ( Master dalam ilmu Buddhism) , Michael adalah orang barat pertama dalam 600 tahun sejak biara itu berdiri. Dia mendapat ujian akhir berupa sebuah tugas khusus dari guru besarnya Ken Rinpoche. Ujian itu adalah membawa apa yang telah dipelajarinya selama ini ke habitat asalnya di barat, dan membuktikan bahwa ilmu itu akan berhasil untuk menjalankan sebuah perusahaan. Hasil keuntungannya akan disumbangkan untuk membantu para pengungsi di Tibet.

Semula Michael keberatan, karena dia berpikir akan menghabiskan sisa hidupnya dalam dunia spiritual, tapi pada akhirnya Michael menjawab tugas itu dan kembali ke negara asalnya. Mendirikan bisnis berlian di New York, karena bisnis berlian adalah salah satu bisnis “terkotor” dalam dunia bisnis. Bermodal pinjaman sebesar 50.000 U$, sebuah meja, 1 perangkat pesawat telepon, dengan 3 orang karyawan termasuk dirinya serta menumpang pada kantor seorang kenalan adalah awal Michael menjalankan Andien Internasional.

Dengan menggunakan kebijaksanaan kuno prinsip Diamond Cutter, Andien Internasional setiap tahun berhasil mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda, dan memasuki ke pasar modal Wall Street. Dari tahun 1983 – 1998 Andien Internasional telah berkembang dengan lebih dari 50000 karyawan diseluruh dunia dan menghasilkan 100 juta U$ .Hal ini membuat seorang pebisnis terkaya Amerika Warren Buffet tertarik kemudian membeli Andien Internasional.

Michael memenuhi janjinya pada gurunya, memberikan seluruh hasil penjualan Andien Internasional untuk pengungsi di Tibet. Kesuksesan Michael yang bukan dari latar belakang bisnis membuat sebuah penerbit bernama Doubleday meminta Michael untuk menulis kiat kiatnya dalam sebuah buku. Buku tersebut berjudul The Diamond Cutter.